Rabu, 24 Maret 2010

TRANSISTOR

Gb. Bentuk - Bentuk Transistor

Gb. Transistor NPN

Cara Menentukan Kaki Colektor & Emitor Pada Transistor Jenis PNP & NPN Menggunakan Multimeter Analog ( x 1K ) :

Jumat, 12 Maret 2010

Penggunaan Multimeter Digital

* ) Cara Pengukuran Dioda Menggunakan Multimeter Digital :


  1. Atur Jangkah Pada Pilihan Simbol Dioda.
  2. Bila Pada Layar Belum Tampil Gambar Simbol Dioda Maka Dapat Diatur Dengan Menekan Tombol SELECT Sampai Muncul Simbol Dioda.
  3. Hubungkan Probe HITAM Pada Catoda & Probe MERAH Pada Anoda.
  4. Pastikan Bahwa Pada Layar Menunjukan Drop Tegangan Maju Dioda ( Forward )
  5. Apabila Pengukuran Di balik ( Probe HITAM Pada Anoda & Probe Merah Pada Catoda ) Maka Pada Layar Akan Tercatat “ OL “ ( Reverse )
  6. Setelah Selesai Dalam Melakukan Pengukuran, Lepaskan Probe Dari Dioda Yang Diukur.

* ) Cara Pengukuran Resistansi Resistor Menggunakan Multimeter Digital :


  1. Atur Jangkah Pada Pilihan Simbol Ohm ( Ω ).
  2. Bila Pada Layar Belum Tampil Gambar Simbol Ohm ( Ω ) Maka Dapat Diatur Dengan Menekan Tombol SELECT Sampai Muncul Simbol Ohm ( Ω ).
  3. Hubungkan Probe HITAM & Probe MERAH Pada Resistor Yang Akan Diukur Resistansinya ( Probe Di Bolak – Balik Tidak Masalah )
  4. Setelah Probe Terhubung Maka Di Layar Akan Tampil Hasil Dari Resistansi Resistor.

* ) Cara Pengukuran Teganagan AC Menggunakan Multimeter Digital :


  1. Atur Jangkah Pada Pilihan V ( Volt ).
  2. Setelah Pilih Jangkah Pada Posisi Volt Tinggal Pilih Simbol Arus AC Dengan Cara Menekan Tombol SELECT Sampai Muncul Simbol Arus AC.
  3. Hubungkan Probe HITAM & Probe MERAH Pada Rangkaian Yang Akan Diukur Tegangannyanya Secara Paralel ( Probe Di Bolak – Balik Tidak Masalah Karena Pengukuran Tegangan Bolak – Balik / AC )
  4. Hasil Pengukuran Akan Tampil Pada Display / Layar Multimeter Digital.

Penggunaan Multimeter Analog

* ) Cara Pengukuran Dioda Menggunakan Multimeter Analog :


  1. Atur Jangkah Pada Pilihan Simbol Ohm ( Ω ).
  2. Pilih Jangkah Pada Pengukuran Ohm ( x1, x10, x100, x1K / 10K ).
  3. Yang Harus Selalu Di Ingat Bahwa Pada Jangkah Resistansi Polaritas Probe Selalu Terbalik

( Probe MERAH Jadi NEGATIF & Probe HITAM Jadi POSITIF )

  1. Hubungkan Probe HITAM Pada Anoda & Probe MERAH Pada Catoda.
  2. Pastikan Bahwa Pada Layar Jarum Akan Bergerak Menuju Nilai Resistansi Rendah ( Forward )
  3. Apabila Pengukuran Di balik Probe HITAM Pada Catoda & Probe Merah Pada Anoda Maka Pada Layar Jarum Tidak Akan Bergerak ( Reverse )
  4. Begitulah Sifat Dioda Sebagai Komponen Semi Konduktor

( Menghantarkan Dalam Satu Arah / Forward Bias / Bias Maju, Kalau Pada Posisi Reverse

Bias / Bias Terbalik Maka Dioda Tidak Dapat Menghantarkan Arus / Menghambat Arus ).


* ) Cara Pengukuran Resistansi Resistor Menggunakan Multimeter Analog :


  1. Atur Jangkah Pada Pilihan Simbol Ohm ( Ω ).
  2. Pilih Jangkah Pada Pengukuran Ohm ( x1, x10, x100, x1K / 10K ).
  3. Tiap Kali Jangkah Di Pindah Pada Posisi Ohm ( x1, x10, x100, x1K / 10K ) Maka Harus Selalu Melakukan Calibrasi Agar Pengukuran Resistansinya Akurat.
  4. Cara Melakukan Calibrasi Pada Pengukuran Resistansi, Probe Merah & Hitam Kita Hubungkan Maka Jarum Akan Menyimpang Ke Posisi NOL ( NOL Untuk OHM Meter Kebalikan Dari Yang Lainnya ).
  5. Apabila Jarum Belum Sampai Pada Posisi Nol Maka Knop ADJ Untuk Ohm Meter Dapat Di Putar Untuk Mengatur Jarum Supaya Tepat Pada Posisi Nol.
  6. Kalau Knop ADJ Ohm Meter Sudah Di Putar – Putar Tetap Tidak Mau Sampai Pada Posisi Nol Berarti Batu Baterai Yang Ada Pada Multimeter Harus Di Ganti.
  7. Hubungkan Probe HITAM & Probe MERAH Pada Resistor Yang Akan Diukur Resistansinya ( Probe Di Bolak – Balik Tidak Masalah )
  8. Setelah Probe Terhubung Maka Di Layar Multimeter Jarum Akan Bergerak Yang Menunjukan Nilai Resistansi ( Nilai Skala Resistansi Berada Pada Posisi Paling Atas ).

* ) Cara Pengukuran Teganagan AC Menggunakan Multimeter Analog :


  1. Atur Jangkah Pada Posisi ACV ~

( Pilih Skala Yang Menandakan Batas Maximal Pengukuran ).

  1. Usahakan Pengukuran Pada Skala Yang Paling Besar Supaya Jarum Multimeter Menyimpangnya Tidak Over Apabila Nilai Tegangan Belum Di Ketahui.
  2. Hubungkan Probe HITAM & Probe MERAH Pada Rangkaian Yang Akan Diukur Tegangannyanya Secara Paralel ( Probe Di Bolak – Balik Tidak Masalah Karena Pengukuran Tegangan Bolak – Balik / AC )
  3. Hasil Pengukuran Dapat Di Lihat Pada Layar Multimeter Analog Pada Skala Warna Merah

( Khusus Untuk Pengukuran ACV ) Dengan Tidak Mengindahkan Jangkah Pada Posisi Skala

Maximal Berapa Agar Pembacaan Hasil Pengukuran Tidak Salah.

Sabtu, 27 Februari 2010

PLC


Gb. PLC CPM2A

Programmable Logic Controller Yaitu : Kendali Logika Terprogram Merupakan Suatu Piranti Elektronik Yang Dirancang Untuk Dapat Beroperasi Secara Digital Dengan Menggunakan Memori Sebagai Media Penyimpanan Instruksi-Instruksi Internal Untuk Menjalankan Fungsi-Fungsi Logika, Seperti :
1. Fungsi Pencacah.
2. Fungsi Urutan Proses.
3. Fungsi Pewaktu.
4. Fungsi Aritmatika.
5. Dan Fungsi-Fungsi Yang Lainya Dengan Cara Memprogramnya.

Fungsi Lain Pada PLC Yaitu : Dapat Digunakan Untuk Memonitor Jalannya Proses Pengendalian Yang Sedang Berlangsung, Sehingga Dapat Dengan Mudah Mengenali Urutan Kerja ( Work Squence ) Proses Pengendalian Yang Terjadi Pada Saat Itu.

Kelebihan-Kelebihan Yang Dimiliki PLC Dibandingkan Dengan Kontrol Relay Konvensional :
1. Fleksibel.
2. Deteksi & Koreksi Kesalahan Lebih Mudah.
3. Harga Relatif Murah.
4. Pengamatan Visual.
5. Kecepatan Operasi.
6. Implementasi Proyek Lebih Singkat.
7. Lebih Sederhana & Mudah Dalam Penggunaannya.
8. Memodifikasi Lebih Mudah Tanpa Tambahan Biaya.
9. Dokumentasi Lebih Mudah.

Kekurangan Yang Dimiliki PLC :
1.Teknologi Baru, Sehingga Dibutuhkan Waktu Untuk Mengubah Sistem Konvensional Yang Telah Ada.
2.Keadaan Lingkungan, PLC Tidak Cocok Digunakan Pada Suhu Yang Tinggi & Juga Vibrasi Yang Tinggi Karena Dapat Merusak PLC.

Hal-Hal Yang Harus Diperhatikan Dalam Memilih PLC :
1. InPut ( Tipe & Jumlah Masukan )
2. OutPut ( Tipe & Jumlah Keluaran )
3. Memori ( RAM, EPROM, EEPROM )
4. Periperal ( Handheld Programming Console, Ladder Support Software, PROM Writer )

Komponen Sistem Kendali PLC Terdiri Atas :

1. PLC.

PLC Terdiri Atas :

- CPU → Mikroprosesor Yang Mengkordinasikan Kerja Sistem PLC.

- Memori → Daerah Yang Menyimpan Sistem Operasi & Data Pemakai.

- Interfis → Modul Rangkaian Yg Digunakan Untuk Menyesuaikan Sinyal Pada Peralatan Luar.

2. Peralatan In Put.

Peralatan In Put Adalah Peralatan Yang Memberikan Sinyal Kepada PLC & Selanjutnya PLC

Memproses Sinyal Tersebut Untuk Mengendalikan Peralatan Out Put.

Peralatan In Put :

- Berbagai Jenis Saklar.

- Berbagai Jenis Sensor.

- Rotary Encoder.

3. Peralatan Out Put.

Peralatan Out Put :

- Kontaktor Magnet.

- Motor Listrik.

- Lampu.

- Buzzer dll.

4. Peralatan Penunjang.

Peralatan Penunjang Adalah Peralatan Yang Digunakan Dalam Sistem Kendali PLC, tetapi Bukan

Merupakan Bagian Dari Sistem Secara Nyata. Maksudnya Peralatan ini Digunakan Untuk

Keperluan Tertentu Yang Tidak Berkait Dengan Aktifitas Pengendalian.

Peralatan Penunjang :

1. Berbagai Jenis Alat Pemrogram : - Komputer.

- Software Ladder.

- Konsol Pemrogram.

- Programmable Terminal.

2. Berbagai Software Ladder : - SSS.

- LSS.

- Syswin.

- CX Programmer.

3. Berbagai Jenis Memori Luar : - Disket.

- CD ROM.

- Flash Disk.

4. Berbagai Alat Pencetak : - Printer.

- Plotter.

5. Catu Daya.

PLC Merupakan Sebuah Peralatan Digital & Setiap Peralatan Digital Memerlukan Catu Daya DC.

PLC Type Modular Membutuhkan Catu Daya Dari Luar Sedangkan PLC Type Compact Catu

Dayanya Sudah Tersedia Pada Unitnya.

Selasa, 16 Februari 2010

AUDIO FREQUENSI GENERATOR



* ) Instruksi Kerja Penggunaan Audio Frekuensi Generator / AFG :

  1. Masukan Kabel Power Pada Socket In Put 220 V Yang Terdapat Pada Bagian Belakang Osiloscope.
  2. Masukan Socket Probe AFG Pada Out Put AFG.
  3. Masukan Kabel Power ( Steker ) Pada Stop Kontak.
  4. Hunbungkan Ujung Probe AFG Pada Probe Osiloscope Agar Out Put AFG Dapat Di Lihat Pada Layar Osiloscope.
  5. Hidupkan AFG & Osiloscope Dengan Menekan Tombol Power & Lampu Indikatorpun Akan Menyala.
  6. Pilih Tampilan Gelombang Yang Akan Di Hasilkan Oleh AFG Dengan Menekan Tombol Yang Bergambar Simbol Gelombang ( Kotak, Gigi Gergaji & Sines ).
  7. Untuk Hasil Out Put AFG Dapat Di Lihat Pada Layar Osiloscope.
  8. Pilih Frekuensi Yang Akan Di Hasilkan Oleh AFG Dengan Menekan Tombol Pilihan Frekuensi ( 1 Hz, 10 Hz, 100 Hz, 1 KHz, 10 KHz, 100 KHz, 1 MHz ).
  9. Pada Knop Pengaturan Frekuensi (Variable Frekuensi ) Harus Pada Tanda 1.0
  10. Atur Tinggi Gelombang / Amplitudo Dengan Memutar Tombol Amplitudo Pada AFG.
  11. Apabila Hasil Tampilan Pada Layar Osiloscope ( Frekuensi ) Belum Sesuai Dengan Penghitungan Manual Maka Knop Pengatur Frekuensi Dapat Di Putar Agar Mendapatkan Hasil Frekuensi Yang Tepat.
  12. Untuk Menghitung Perioda Menggunakan Rumus :


T = Div Horisontal x Time / Div


  1. Untuk Menghitung Frekuensi Menggunakan Rumus :


F = 1

T


  1. Untuk Menghitung Volt Peak to Peak Menggunakan Rumus :


Vpp = Div Vertikal x Volt / Div